Serba Bisa?? KUNO!!

Sejak awal 2013, aku bergabung dengan Sidarta Studio, penyedia layanan jasa fotografi untuk kebutuhan iklan dan komersial. Lokasi studio di Arteri Pondok Indah, yang tak jauh dari rumah, dan pekerjaan yang berkaitan dengan fotografi hanyalah nilai tambah yang aku dapatkan dengan bergabung di sana.

Satu nilai utama yang sungguh aku rasakan adalah aku sungguh-sungguh harus belajar lagi dalam membangun proses bisnis di industri kreatif ini. Dan, seiring perjalanan, pergaulanku yang lebih intens dengan fotografi menghadirkan kesadaran bahwa sedemikian banyak pelajaran kehidupan yang aku terima dalam keterlibatanku dengan dunia fotografi.

Pelajaran yang bahkan aku yakin bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah bagaimana kita mencapai optimalitas dengan fokus pada apa yang menjadi kekuatan, kelebihan dan potensi diri. Itu adalah juga pelajaran yang aku dapatkan dari fotografi dimana kemampuan untuk menghasilkan karya tidak lepas dari kemampuan kita untuk mengenali alat: kamera, lensa, alat pencahayaan, dan lain-lain, berikut fungsi sekaligus mengoptimalkannya.

Demikian pula jika kita bicara menyangkut pengembangan diri manusia. Kinerja yang terbaik seorang individu dimulai dari pengenalan potensi dan kelebihan yang bersangkutan untuk kemudian fokus pada apa yang menjadi potensi, kekuatan dan kelebihan tersebut.

Makin kemari, kita makin sering mendengar istilah multitasking. Demi efektivitas dan efisiensi, orang dituntut untuk serba bisa. Kamipun menerapkan hal itu, tapi aku percaya bahwa seseorang hanya akan bisa menunjukkan kinerja yang terbaik, dan akan lebih mengalami akselerasi, jika yang bersangkutan bergerak sesuai potensinya, berangkat dari apa yang menjadi kekuatan dan kelebihannya.

Pengalaman juga mengajarkan kami bahwa selain berangkat dari kekuatan diri, seseorang akan lebih berkarya maksimal jika ia melakukan segala sesuatu yang ia sukai, dengan nyaman. Itu yang mendorong kami untuk memberikan ruang bergerak yang leluasa bagi seluruh anggota tim di Sidarta Studio agar mereka cukup nyaman dalam beraktivitas sehari-hari.

Lalu, jika masing-masing mempunyai kebebasan bergerak, tidakkah itu akan menjadikan segala sesuatunya tidak teratur, tidak tertata?

Itulah gunanya visi dan misi serta nilai korporasi, berikut kesadaran dan kemauan untuk bergerak menuju visi dan dengan mengacu pada nilai-nilai yang sama. Penghargaan terhadap keunikan dan perbedaan karakter individu dengan demikian bukanlah hambatan untuk mencapai tujuan, bahkan sebaliknya, menjadi pondasi bagi pencapaian itu sendiri.

Pada akhirnya, aku jauh lebih menyukai sebuah tim yang seluruh anggota punya keahlian yang tinggi terbatas di bidangnya masing-masing, ketimbang sebuah tim yang seluruh anggotanya serba bisa. Jika aku serba bisa, kenapa juga aku membutuhkan sebuah tim?  Bad idea for a company who requires an excellent team working.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s