Body, Mind, Soul & Photography: All We Need is Balance

Kita sudah sering mendengar jika untuk membutuhkan pencahayaan yang tepat dalam fotografi, kita harus mengatur 3 hal: kecepatan rana, diafragma dan ISO. Dengan pengaturan mekanisme manual, jika pencahayaan-nya tepat, berarti pengaturan 3 hal itu sudah tepat.

Sebaliknya, jika cahayanya berlebihan atau malah kurang, maka kita harus mengatur kembali kecepatan, diafragma dan ISO. Tentu saja ini berlaku pada pemotretan di lokasi dimana dengan pencahayaan seadanya, detil masih terlihat jelas.

Demikianlah kita melakukan penyeimbangan untuk mendapatkan pencahayaan yang kita inginkan. Demikianlah pula cara kita mencapai kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari: penyeimbangan.

Apakah kita bahagia dalam kehidupan sehari-hari? Jika iya, maka hidup kita bisa dibilang seimbang, bahwa kita cukup bisa mengatur segala aspek dalam kehidupan pribadi dengan baik.

Sebaliknya, jika kita tidak merasa bahagia. Sudah pasti ada ketidakseimbangan yang terjadi. Kita merasa tidak bahagia karena ada keinginan kita yang tidak terwujud.

Kenapa tidak terwujud? Kita tidak cukup punya pengetahuan dan kemampuan untuk mewujudkannya? Atau mungkin kita tidak cukup punya kemauan? Atau yang terjadi adalah pengetahuan, kemampuan dan kemauan kita tidak cukup bisa mewujudkan apa yang kita harapkan?

Bisa jadi kita kurang punya pondasi yang kuat untuk melakukan penyeimbangan demi mencapai apa yang kita harapkan. Bisa jadi, kita mungkin harus menurunkan harapan atau target untuk mendapatkan keseimbangan.

Dalam pengelolaan bisnis, “kebahagiaan” dicapai dengan melakukan penyeimbangan antara Peningkatan Pendapatan, Pengendalian Biaya serta Pemberdayaan Aset dan Dana. Sementara tolak ukur pertumbuhan sebuah bisnis adalah pertumbuhan profitabilitas/keuntungan.

Jadi, jika tingkat profitabilitas tertentu tidak tercapai, kita sudah bisa langsung mengetahui ada ketidakseimbangan yang terjadi. Selalu ada kemungkinan target atau harapan terlalu tinggi, atau usaha yang dilakukan terlalu lemah; pendapatan rendah dan atau pengendalian biaya yang juga lemah.

Pada akhirnya, hidup akan selalu merupakan proses penyeimbangan dari waktu ke waktu. Jadi apakah kita sudah mendapatkan pencahayaan yang pas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s