“Sideshows & Festival Barkers”: Duri Dalam Daging

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pernah sampai menunjukkan sertifikat kelahirannya untuk menjawab tudingan Donald Trump bahwa Obama bukan kelahiran Amerika. Menurut Obama, tindakannya (menunjukkan sertifikat) bukanlah hal yg penting, namun perlu untuk mengurangi dan meredam distraksi-distraksi akibat “sideshows dan festival barkers”.

“Sideshows dan festival barkers” adalah istilah Obama yang ditujukan kepada orang-orang seperti Trump. Bukan pemain atau pertunjukan utama. Semacam acara selingan, penonton dan tim sorak sorai.

Mereka tidak terlibat dalam pertandingan atau permainan, tapi bertingkah sedemikian rupa untuk mencari perhatian dan mempengaruhi jalannya permainan. Mereka itu penting untuk membangkitkan semangat tim sendiri dan sebaliknya meruntuhkan semangat dan membuyarkan konsentrasi tim lawan.

Tapi bagaimana jika anggota tim yang menciptakan distraksi-distraksi yang membuyarkan konsentrasi dan semangat tim sendiri?

Apakah kita pernah mendapati orang-orang seperti itu di sekeliling kita, ataukah justru kita sendiri? Bagaimana mengidentifikasi orang-orang seperti itu? Mereka yang bertindak dan bersikap sedemikian rupa untuk menunjukkan ketidaksukaan atau ketidaksetujuan tanpa landasan obyektivitas, kurang komunikatif, kurang menunjukkan respek terhadap sesama manusia, melibatkan hal-hal yang bersifat personal dan cenderung sekedar “melemparkan sampah” ketimbang solusi.

Pun ada solusi, biasanya adalah solusi yang bersifat pragmatis, sekedar; “Sudahlah, kita kembali pada cara lama”, hanya karena tidak suka atau tidak setuju dengan cara baru. Atau mungkin, “Si X tidak cocok untuk memegang posisi itu. Sebaiknya dia diganti saja”, tapi tanpa menggunakan tolak ukur keberhasilan yang jelas, sehingga usulan penggantian lebih karena ketidakmauan dan ketidakmampuan untuk berinteraksi atau bekerjasama dengan orang yang diusulkan untuk diganti itu.

Wajar jika perusahaan-perusahaan kompetitor yang melakukan distraksi-distraksi untuk melemahkan daya saing kita. Tidak wajar namun sering terjadi, banyak di antara kita yang justru melemahkan kekuatan dan membuyarkan konsentrasi tim sendiri. Itu seperti anggota tim dayung, yang mendayung ke arah lain atau berlawanan dengan perintah kapten, atau kemudian malah membocorkan perahu dan pada akhirnya membuat perahu gagal mencapai titik akhir.

Sudah pasti yang bersangkutan harus segera menyesuaikan diri dengan visi misi tim sebelum timbul kerusakan. Atau bisa jadi yang bersangkutan memang tidak pas untuk berada dalam tim. Itu seperti duri dalam daging.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s