Kuli Panggul yang Visioner

Pernah engga kita ngobrolin “Eh, hebat ya si X? Sekarang dia dah jadi ‘orang’, padahal dulu orangnya begitu.” Atau, pernah juga saya baca artikel tentang seorang ‘office boy’ yang kemudian berhasil menempati posisi sebagai Vice President di sebuah perusahaan.

Apa kamu sendiri pernah mendengar ada seorang kuli panggul (porter) pasar yang kemudian jadi Presiden, kepala negara dan kepala pemerintahan? Dan itu sungguh terjadi.

Ada seorang anak yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga miskin yang tinggal di rumah gedek di bantaran kali.  Itupun harus berpindah-pindah karena digusur pemerintah hingga 3 kali.

Sedemikian miskinnya, si anak harus bekerja untuk membiayai sekolahnya sendiri sejak lulus SD hingga kuliah. Berbagai pekerjaan “kasar” dia lakoni, mulai dari ikut membantu orang tuanya jadi tukang kayu, jadi ojek payung dan juga kuli panggul di pasar.

Lepas kuliah sempat kerja di sebuah perusahaan negara di perantauan. Namun kemudian si anak yang sudah tumbuh dewasa itu memilih pulang kampung.

Setelah bekerja di perusahaan produsen perabotan kayu milik kerabatnya, ia memutuskan untuk mulai usaha sendiri produksi perabotan kayu berangkat dari modal yang pas-pasan.  Sempat mengalami jatuh bangun, berhasil berkembang tapi juga sempat jatuh bangkrut karena ditipu. Ia terus melanjutkan usahanya yang akhirnya semakin berkembang.

Seiring dengan waktu, ia mulai dikenal dan mempunyai jaringan luas. Hingga suatu saat, ia didaulat untuk maju dalam pemilihan di sebuah kota. Sempat diragukan karena penampilan fisiknya, dia berhasil memenangi pemilihan itu.

Pencapaiannya membuat ia dipilih untuk kedua kalinya. Kali kedua, ia memenangkan lebih dari 80% suara rakyatnya.

Selanjutnya, kita tahu Jokowi, si bocah Tukang Kayu itu, menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk kemudian menjadi Presiden Indonesia. Kita masih harus menunggu apakah dia mampu memanfaatkan waktu yang ada untuk mewujudkan janji-janjinya.

Tulisan ini bukan untuk memancing perdebatan dikaitkan dengan perpolitikan dan situasi kondisi saat ini, tapi jelas kita bisa belajar dari perjalanan kehidupan beliau bahwa:

“Siapapun bisa menjadi apapun yang dia inginkan selama mempunyai Visi, Kemauan, Kemampuan dan Kesempatan (Keberuntungan).”

Siapapun..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s