Manajer Keuangan yang Baik adalah Pengelola Keuangan Rumah Tangga yang Baik

“Kalau mau cari Manajer Keuangan dengan karakter yang OK, lihat anggaran rumah tangganya”, saran seorang kawan bertahun-tahun lampau. Dan memang, sejak pertama kali mendengarkan saran itu hingga belum lama lalu, saya telah menjumpai beberapa penanggung jawab pengelolaan keuangan perusahaan yang tidak cukup fokus pada pengelolaan keuangan rumah tangganya.

Belum lama lalu, seorang relasi mengeluhkan keuangan rumah tangganya. Dia bercerita bagaimana gajinya yang relatif tinggi makin dirasa kurang. Padahal ia adalah seorang Manajer Keuangan di sebuah perusahaan yang mapan.

Profesi dan jabatan di sebuah seringkali tidak tercermin dalam kehidupan rumah tangga. Padahal saya sendiri juga tidak melihat adanya perbedaan yang signifikan antara mengelola perusahaan dengan mengelola rumah tangga.

Banyak kesamaan antara mengelola perusahaan dengan rumah tangga. Satu perbedaan yang nyata mungkin hanyalah, sekalinya kita menjadi seorang anggota keluarga, maka status itu akan melekat sampai mati. Secara pribadi, saya tidak mungkin “memecat” seorang istri ataupun anak-anak. Pengelolaan rumah tangga oleh karenanya menjadi jauh lebih menantang.

Sementara salah satu persamaan antara perusahaan dan rumah tangga adalah ‘keuangan’. Saya lumayan mempercayai asumsi “jika kita tidak mampu mengelola keuangan rumah tangga, maka kita tidak akan mampu mengelola keuangan perusahaan.”

Terpicu oleh saran yang dulu disampaikan oleh kawan, sayapun mulai lebih perhatian pada pengelolaan keuangan rumah tangga. Pada prakteknya, saya mempercayakan pengelolaan keuangan rumah tangga pada istri saya. Dia bertindak sebagai manajer keuangan kami.

Kami mengawali perencanaan keuangan dengan fokus pada arus kas rumah tangga selama 1 tahun. Kami menganggarkan semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan selama 12 bulan. Targetnya adalah ada tabungan di akhir tahun, minimal 20% dari total pemasukan.

Apabila target tabungan belum tercapai atau bahkan terjadi defisit, kami segera mengevaluasi rencana pengeluaran. Pengeluaran konsumtif jelas menjadi sasaran pertama kami.

Beberapa orang mungkin merasa sudah menekan pengeluaran sedemikian rupa tapi masih terjadi defisit. Jika benar demikian, maka hal yang bisa dilakukan adalah mendapatkan dana segar tambahan melalui peningkatan pendapatan dan atau melepas aset.

Pilihan terakhir adalah mengajukan kredit. Saya sendiri hanya mengajukan kredit untuk mendorong produktivitas yang pada akhirnya memberikan pemasukan tambahan jauh lebih besar ketimbang kewajiban.

Setelah menyusun perencanaan arus kas selama 1 tahun, kami terus mengevaluasi akurasi realisasinya setiap bulan. Selanjutnya, dari 1 tahun, kami susun perencanaan hingga 2 dan kemudian 5 tahun.

Keuangan Rumah Tangga

Saya jadi ingat, Bapak almarhum yang seorang tentara, telah menyusun rencana keuangan selama belasan tahun ke depan. Ketika saya masih SMP, Beliau memperlihatkan rencana keuangan hingga saya lulus kuliah dalam waktu 5 tahun di perguruan tinggi negeri. Itu berarti perencanaan untuk 9- 12 tahun ke depan.

Beliau selalu mengingatkan saya jika setelah lulus SMA, saya hanya punya pilihan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) atau AKABRI atau bekerja. Saya tidak ada pilihan untuk sekolah di PTS karena Bapak tidak punya anggaran dana untuk itu. Alhamdulillah, saya bisa menyesuaikan diri dengan anggaran Bapak, seorang perwira TNI idealis yang mengandalkan pendapatannya hanya dari gaji.

Bicara arus kas, sebenarnya tidak lebih dari penyeimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Sederhana sekali. Teramat mudah. Menjadi sulit ketika kita tidak cukup memiliki komitmen dengan apa yang sudah kita rencanakan atau bisa juga tidak cukup cermat dalam merancang perencanaan. Banyak hal-hal yang terlewatkan dan tidak masuk dalam perencanaan.

Demikianlah, seorang Manajer Keuangan yang baik adalah pengelola keuangan rumah tangga yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s