Generasi Milenial, Generasi “Kurang Ajar”

Generasi Milenial, disebut juga Generasi Y, adalah generasi yang menurut beberapa definisi yang saya temui, lahir antara tahun 1980 – 2000. Itu berarti generasi yang kini berusia 17 – 37 tahun. Disebut milenial karena melewati milenium kedua sejak teori generasi ini dicetuskan pertama kali oleh Karl Mannheim pada tahun 1923.

Saya berinteraksi secara intensif dengan generasi milenial pertama kali pada tahun 2007 saat bertugas di sebuah radio siaran swasta. Saya merekrut muda-mudi milenial untuk meremajakan dan menyegarkan warna siaran radio tersebut baik dari sisi konten ataupun kemasan siaran.

Sebuah proses interaksi yang kemudian lumayan menahan laju perkembangan mental saya. *ngakak

Dalam kesempatan berkarya di perusahaan-perusahaan selanjutnya hingga saat ini, saya juga masih bertemu dan bekerja sama dengan generasi yang unyu-unyu itu. Cukup banyak di antara mereka yang menempati posisi manajerial.

Saya mesti berterus-terang. Ada masa-masa di waktu lampau dimana saya mengeluhkan generasi itu. Tidak bermaksud menggeneralisir, saya sering menganggap jika mereka adalah orang-orang yang ‘kurang ajar’.

Anggapan itu muncul ketika terlibat dalam proses rekrutmen, saya menjumpai muda-mudi milenial yang kurang cakap tapi sangat percaya diri. Khususnya dalam meminta gaji yang relatif tinggi. *ngakak lagi.

Bukan itu saja. Sudah minta gajinya tinggi, kerja engga disiplin, dan bentaran doank sudah mengundurkan diri.

Saat diskusi tentang SDM milenial, saya bahkan juga pernah berujar: “Jangan pernah ngarepin loyalitas dari anak-anak sekarang (milenial) deh. Loyalitas mereka hanya kepada arah kemana angin berhembus”. Ujaran itupun secara sembrono diaminin oleh teman-teman diskusi.

Ujaran yang lebih mencerminkan keputusasaan karena tidak mampu memahami bagaimana caranya menciptakan dan mempertahankan loyalitas mereka.

Berhubung perusahaan semakin bergantung pada kehadiran mereka, mau tidak mau saya harus lebih membuka pikiran, merubah sudut pandang dan lebih toleran. Lebih dari itu, saya juga mesti merubah diri jadi generasi milenial untuk bisa lebih memahami mereka.
20264801_10213936165659917_1742852548722213914_n

Pada perkembangannya, saya punya pandangan jika: Generasi milenial adalah generasi yang sangat “praktis”: prosedur standar, jam kerja, formalitas adalah hal-hal yang mengusik kenyamanan mereka, sekaligus menghambat produktivitas serta kreativitasnya.

Dan jika bicara kreativitas, generasi yang hidup dan bergelut dengan internet dan media sosial ini adalah orang-orang yang kreatif. Ini sekaligus menghadirkan tantangan bagi generasi saya untuk bisa terus memupuk dan mengembangkan serta mengarahkan kreativitas mereka.

Dalam proses kreatif itu, saya cenderung menahan diri untuk tidak mengkritisi ide-ide kreatif yang mereka munculkan. Pun jika ada ide yang cenderung tidak selaras dengan pandangan saya, ketimbang menolak atau mengkritisi, saya akan menguji ide mereka dengan mengajukan pertanyaan: “Oke, terus gimana kalo…?”.

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari segala sisi, mereka pada akhirnya bisa menyimpulkan sendiri apakah ide mereka bisa diujudkan ataukah belum bisa diujudkan. Mereka sendiri yang menjadi penentu, pengambil keputusan.

Ini juga berlaku dalam menetapkan target. Generasi Mileneal adalah generasi yang menetapkan target. Maksudnya, pencapaian target akan lebih optimal jika mereka dilibatkan dalam penetapannya. Bahkan, lebih dari sekedar dilibatkan, akan lebih optimal jika mereka diarahkan untuk bisa menetapkan targetnya sendiri.

Akhir kata, pendekatan untuk generasi milenial sungguh sebuah “seni membebaskan”. Pastinya, pendekatan ala ‘jaman saya dulu’ adalah pendekatan yang akan mempercepat munculnya kesan bahwa mereka tidak cukup punya loyalitas, tidak cukup punya komitmen.

Ujung-ujungnya, kita hanya bisa komentar: “Ini orang kurang ajar banget.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s