Waspadai Bahaya Ketersesatan!

Ketika aktif di kegiatan pencinta alam semasa kuliah S1, ada seorang senior yang menekankan pentingnya pemahaman dan penguasaan Ilmu Medan Peta Kompas (IMPK) dalam praktik navigasi darat. Menurut Towetz, demikian beliau akrab dipanggil, jika kita memahami dan menguasai IMPK, maka tidak akan ada istilah “tersesat” bagi kita, melainkan sekedar “mengambil jalur yang lebih memutar”.

Dengan penguasaan tersebut, kita menjadi tahu persis posisi kita berada saat ini, titik awal dan titik akhir, serta rute yang telah dan akan kita tempuh mulai dari titik awal hingga titik akhir berikut kondisi medan yang akan kita jumpai; landai, tanjakan, tebing, lembah, punggung, puncak bukit atau gunung.

Berbekal pengetahuan itu, aku dan teman-teman beberapa kali melakukan pendakian gunung melalui rute yang kita tetapkan sendiri, atau istilah kami “buka jalur”.  Sebelum kegiatan berlangsung, kami mempelajari peta topografi gunung yang hendak kami daki. Selanjutnya kami menentukan rute yang hendak kami telusuri untuk mencapai puncak gunung atau sasaran akhir perjalanan.

Ini adalah satu kegiatan yang paling aku sukai. Selain karena meningkatkan ketrampilan IMPK dan survival, kegiatan ini sungguh kental unsur petualangannya. Aku berasa sangat “macho” dan “militan” dalam kegiatan ini. 😀

Jauh berbeda jika kami menempuh jalur yang sudah ada, yang sudah biasa dilalui. Saat melakukan kegiatan “buka jalur”, kami benar-benar bersiap untuk menembus “hutan perawan”. Selain peralatan dan perlengkapan yang lebih banyak, kami tentu harus lebih menguatkan mental. Namun, sudah pasti, jika kami sudah menguasai IMPK, kami boleh berharap kami tidak akan tersesat dalam pelaksanaan “buka jalur” tersebut.

Kami tahu pasti posisi kami saat itu. Kami juga tahu rute yang sudah kami tempuh dari titik keberangkatan, dan rute yang akan kami tempuh dari posisi saat itu menuju titik akhir berikut kondisi medan yang akan kami jumpai.

Hal yang sama berlaku dalam pengelolaan bisnis.

Banyak perusahaan yang belum menetapkan tujuan (visi) dan bagaimana tujuan itu hendak dicapai (misi). Atau mereka mungkin sudah menetapkan visi dan misi tersebut, namun kemudian hanya sebatas tercantum dalam akta perusahaan atau pada hiasan dinding di lobi kantor-kantor mereka. Artinya, apa-apa yang hendak dicapai dan bagaimana mencapainya hanya akan merupakan pernyataan dan harapan, namun entah kapan akan menjadi kenyataan.

Itu tidak ubahnya dengan para pendaki yang tersesat. Mereka tidak tahu persis posisi mereka berada terhadap titik awal keberangkatan atau titik akhir. Otomatis, mereka yang tersesat, tidak akan tahu persis kemana mereka harus bergerak. Mereka hanya bisa menduga-duga dan berharap akan menemukan jalur yang membawa mereka kembali pada peradaban.

Jika seorang pendaki tersesat bisa beresiko kehilangan nyawa, demikianlah pula sebuah perusahaan yang “tersesat”. Mereka bisa gulung tikar, bangkrut, tamat. Pun bertahan, perusahaan itu akan cenderung membuang-buang waktu dan sumber daya untuk hal-hal yang tidak relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Ada pemborosan waktu dan sumber daya dalam ketersesatan.

Celakanya adalah…

Beberapa dari kita mungkin akan berlama-lama dalam ketersesatan. Bukan karena kita menikmati, melainkan karena.. Kita tidak tahu jika kita tersesat!

Kita terus berjalan, menghabiskan energi dan bekal. Ketika bekal semakin tipis dan nafas sudah tersengal-sengal, kita baru mulai bertanya-tanya: “Kok belum sampai ya?” atau “Kok kayaknya cuma ‘di sini-sini’ aja ya?” Dan kemudian mendadak kita menghadapi krisis, dan sayangnya tak lagi cukup punya tenaga untuk keluar darinya.

Tidak ada yang lebih aman ketimbang senantiasa menyadari penuh dimana posisi kita saat ini, kemana kita hendak menuju, kapan, apa saja yang akan kita hadapi, dengan cara apa dan bagaimana serta siapa melakukan apa.

Jadi, dimana posisi kita saat ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s